Langsung ke konten utama

LARANGAN BERBURUK SANGKA DAN MENGGUNJING


Pada suatu ketika menghadaplah seorang wanita yang sangat pendek badannya, menghadap kepada Nabi dalam suatu kepentingan, ketika wanita itu sudah keluar, maka Aisyah r.a berkata :
“Betapa pendek wanita itu”. Mendengar perkataan Aisyah r.a, maka Rasul bersabda : “Wahai Aisyah, kamu telah menggunjingnya tentang kelemahan fisik wanita itu sehingga termasuk menyebarkan fitnah.

Dikisahkan dari Amr bin Dinar, bahwa sesungguhnya di kota Madinah ada seorang lelaki yang memiliki saudara perempuan yang tinggal di pinggiran kota Madinah. Pada suatu hari saudaranya itu menderita sakit, ia datang untuk menjenguknya dan menemukan ia sudah meninggal dunia, iapun mengusungnya sampai ke pemakaman sampai mayit dikebumikan telah selesai, kemudian iapun segera pulang kembali kepada keluarganya ke rumahnya, namun setelah sampai di rumahnya ia teringat bahwa kantong punya sahabatnya telah jatuh ke liang kubur dan tertanam bersama mayat saudaranya itu.

Karena mengingat isi kantong itu sangat penting, maka ia bermaksud akan membongkar kuburan saudaranya itu. Setelah mendapatkan izin dari ibunya dan saudaranya ia segera membongkar kuburan, lalu ia mengangkat sebagian tutup liang lahat dengan sangat hati-hati. “Celaka, aduh celaka .........!” Kata orang itu setelah melihat keadaan liang lahat, maka yang mengikutinya segera berkata : “Ada apakah gerangan, sehingga engkau kelihatan kaget dan bilang celaka, ceritakanlah kepadaku apa yang terjadi dengan saudaramu itu?” Maka berceritalah ia, bahwa di dalam liang kubur tampak kobaran api yang sedang menyala-nyala, lalu ia segera menemui ibunya untuk menanyakan perbuatan apa yang telah diperbuat oleh saudara perempuannya itu, ibunya berkata : “Saudarimu itu selalu mendatangi pintu tetangganya dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh tetangganya itu (ngerumpi), kemudian ia menyebarkan fitnah kepada para tetangganya yang lain. Setelah mendengarkan penjelasan sang ibu, maka lelaki itu segera mengetahui bahwa saudarinya itu suka ngerumpi, sehingga menyebabkan ia mendapatkan siksa kubur. Itulah akibat orang yang suka menggunjing dan ngerumpi dan menyebarkan fitnah yang kelihatannya sepele, tetapi sangat mengasyikkan dan menyenangkan.

Sesungguhnya berbicara itu mudah, tetapi berat mempertanggungjawabkannya. Mulut ini bagaikan moncong teko yang hanya mengeluarkan isi teko. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Apapun yang kita katakan lebih menunjukkan siapa sebenarnya diri kita. Misalnya, penghinaan kita terhadap seseorang lebih menunjukkan kehinaan diri kita sendiri dibandingkan kehinaan orang yang kita hina. Kritik dan koreksi yang kita sampaikan kepada seseorang kalau tidak hati-hati lebih memperlihatkan kedengkian kita.

Perkataan yang baik adalah pembuktian kemusliman seseorang. Hendaknya setiap orang memastikan bahwa kata-kata yang akan diucapkannya benar-benar baik. Apabila kita tidak yakin akan dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, diam itu lebih baik. Berkata yang baik tentunya akan lebih bermanfaat dibandingkan diam. Akan Tetapi, menghindari akibat dari perkataan yang kurang baik akan lebih utama dibandingkan kita memaksakan berbicara yang akan berakibat jelek kepada diri sendiri maupun orang lain.

Alangkah ruginya apabila waktu kita habis untuk sekedar ngobrol hal-hal yang tidak penting. Terkadang kita tidak bisa memastikan apakah pembicaraan yang kita lakukan itu bermanfaat atau tidak. Bahkan, sering kita tidak berdaya untuk menghindar dari pembicaraan yang berisi fitnah, gunjingan dan permusuhan. Semoga Allah SWT mengkaruniakan kepada kita kemampuan untuk menjaga lisan agar selalu berbicara yang bermanfaat.

Berdasarkan Al-Qur’an dalam surat Al-Hujuraat ayat 6 yang berkaitan dengan larangan berburuk sangka dan menggunjing berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.


Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 11 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Hujuraat ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat An-Nuur ayat 15 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah benar”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat An-Nuur ayat 23 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Israa ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Fath ayat 6 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan supaya Dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali”.


Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Fath ayat 12 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “...............Dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Qaaf ayat 18 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Qalam ayat 10 - 11 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Humazah ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”.

Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an berdasarkan surat Al-Muthaffifin ayat 29 - 31 yang berbunyi sebagai berikut :
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata. Dan apabila Orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira”.

Berdasarkan Al-Hadits yang berkaitan dengan ghibah yaitu :
Artinya : “Berhati-hatilah terhadap purbasangka. Sesungguhnya purbasangka adalah ucapan paling bodoh”. (H.R. Al-Bukhari)
Artinya : “Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim, maka Allah akan mengintai- intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah, maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya”. (H.R. Ahmad)
Artinya : “Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang, maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka”. (H.R. Ahmad)

Rasulullah melarang umatnya meneliti dan mencari-cari kesalahan orang lain. Sebab yang demikian hanya akan menghancurkan kerukunan dan kebersamaan kaum muslimin. Di sisi lain ditegaskan bahwa seburuk-buruk suatu kaum adalah kaum yang di antara mereka ada seorang mukmin yang berjalan di kalangan mereka dengan cara sembunyi-sembunyi dan senantiasa meneliti serta mencari-cari kesalahan orang lain.
Artinya : “Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain”. (H.R. Adailami)
Artinya : “Celaka bagi orang yang bercerita kepada satu kaum tentang kisah bohong dengan maksud agar mereka tertawa, Celakalah dia ...... celaka dia”. (H.R. Abu Dawud dan Ahmad)
Artinya : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam”. (H.R. Bukhari-Muslim)
Artinya : “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya”. (H.R. Athbrani dan Al-Baihaqi)
Artinya : “Tahukah kamu apa ghibah itu? Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda : “Menyebut-nyebut sesuatu tentang saudaramu hal-hal yang dia tidak sukai”. (H.R. Muslim)
Artinya : “Seorang mukmin bukanlah pengumpat, pengutuk, berkata keji atau berkata busuk”. (H.R. Al-Bukhari dan Al-Hakim)
Artinya : “Rasulullah saw pernah ditanya : “Ya Rasulullah, apakah tebusan mengumpat?” Jawab Rasulullah : “Hendaklah engkau beristighfar (memohonkan ampunan) kepada Allah bagi orang yang engkau umpat”. (H.R. Thahawi)
Artinya : Dari Hudzaifah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Tidak akan pernah masuk surga orang yang suka mengumpat”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah memberikan solusi kepada umatnya yang terlanjur mengumpat orang lain. Yakni dengan memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang diumpatnya. Dengan cara demikian, maka orang yang mengumpat akan mendapatkan maghfirah dari Allah SWT. Sebab bila tidak mendapat maghfirah, orang yang suka mengumpat atau menyebar fitnah pasti masuk neraka.
Artinya : “Barangsiapa di sisinya diumpat saudaranya sesama muslim kemudian dia tidak menolongnya padahal dia dapat menolongnya, maka Allah akan merendahkan dirinya di dunia dan di akhirat”. (H.R. Baghawi dan Ibnu Babawaih)
Artinya : “Barangsiapa mengembalikan kehormatan saudaranya lantaran diumpat, maka Allah berhak untuk memerdekakan dirinya dari neraka”. (H.R. Baihaqi)
Bila ada seorang muslim mengumpat orang lain, maka orang yang berada di sisinya wajib untuk mencegahnya. Yang demikian berarti dia telah memberikan pertolongan kepada saudaranya sesama muslim. Namun bila tidak mencegahnya, berarti dia rela direndahkan martabatnya oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, bila dia memberikan pertolongan dengan cara mencegah, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya di dunia dan di akhirat. Bahkan berhak dimasukkan ke dalam surga. Sedang bila yang diumpat orang fasik, maka tidak perlu membelanya.

Rasulullah sangat membenci orang yang mengumpat, hingga beliau menegaskan bahwa kata-kata umpatan itu apabila dicampur dengan air laut akan mencemarkannya. Ini adalah gambaran tentang betapa bahaya dan besarnya dosa mengumpat. Sebab mengumpat dapat membatalkan pahala amal kebajikan seseorang. Di sisi lain, setan masih merasa mampu dan besar harapan untuk menghancurkan umat manusia sepanjang masih ada kesempatan untuk membuat mereka bersedia mengumpat sesamanya. Padahal ketika melihat Allah disembah oleh umat manusia dengan pelaksanaan shalat, setan sudah merasa putus asa. Itulah bahaya mengumpat, menggunjing, berprasangka buruk dan meneliti kesalahan orang lain.
Artinya : “Dari Abi Musa r.a, dia telah berkata : “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah : “Ya Rasulullah, muslim manakah yang lebih utama?” Jawab Rasulullah : “Orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Orang yang beriman sempurna akan selalu menjaga ucapan dan perbuatannya jangan sampai merugikan dan menyakitkan orang lain. Bila tidak bisa berbicara baik, dia akan lebih memilih berdiam diri. Sebab suka mencela, mengutuk, berlaku keji dan berkata kotor bukanlah kebiasaan orang yang beriman.

Orang yang menutup ‘aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup ‘aibnya pula kelak di hari kiamat. Hindarilah menggunjing, karena menggunjing itu lebih berat (siksaannya) dari berzina”. Para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah, apa alasannya menggunjing itu lebih berat dari berzina? Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya seorang lelaki yang telah berzina, lalu dia mau bertobat, maka Allah tidak akan mengampuninya sebelum orang yang digunjingkannya itu mengampuninya”.

“Menggunjing itu memang lezat rasanya di dunia, tetapi dapat mengantarkannya ke neraka di akhirat kelak”. Rasulullah saw ketika ditanya tentang kebanyakan hal-hal yang memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab : “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik!” Dan ketika beliau ditanya lagi tentang kebanyakan hal-hal yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan!”. (H.R. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Takutlah kamu terhadap prasangka. Sebab sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kamu mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling belakang membelakangi . Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah telah memerintahkan kepadamu. Orang muslim adalah saudara muslim yang lain, tidak saling menzhalimi, tidak saling merendahkan dan tidak saling menghina. Takwa adalah di sini, takwa adalah di sini”, sambil Rasulullah menunjuk ke a rah dada.

Kemudian melanjutkan sabdanya : “Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu”. (H.R. Muslim). Rasulullah secara tegas memerintahkan kepada umatnya agar menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara dan melarang mereka saling mencari-cari dan meneliti kesalahan orang lain, saling berlomba-lomba kemewahan, saling mendengki, saling membenci, saling membelakangi, saling menzhalimi, saling merendahkan, saling menghina, saling menjerumuskan, saling mendiamkan dan membeli belian orang lain. Sebab semua itu merupakan akhlak tercela yang tidak pantas dimiliki oleh seorang muslim. Rasulullah mengingatkan pula bahwa antar sesama muslim berkewajiban untuk saling menjaga darah, kehormatan dan harta di antara mereka. Dengan cara demikian, mereka tidak akan pernah saling menghina maupun menzhalimi. Yang perlu dicatat, bahwa Allah sama sekali tidak akan pernah melihat penampilan seseorang, baik bodi tubuh maupun paras muka, tetapi Allah akan selalu memperhatikan hati seseorang. Sebab di sanalah ketakwaan kepada Allah berada.

Dari Watsilah bin Al Asqa’ r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Janganlah engkau menampakkan kegembiraan terhadap saudaramu yang mendapat cobaan. Sebab boleh jadi Allah menyayanginya, kemudian memberi cobaan kepadamu”. (H.R. Tirmidzi). Ketika orang lain mendapatkan musibah, kita tidak diperbolehkan menunjukkan kegembiraan. Karena yang demikian adalah termasuk akhlak tercela dan penghinaan. Sebab, boleh jadi Allah menguji orang tersebut hanya karena akan diberi kasih sayang yang lebih besar lagi, sementara dalam kesempatan lain boleh jadi Allah memberikan ujian yang lebih berat kepada kita.

Dari Ibnu Abbas r.a dari Nabi saw, beliau telah bersabda : “Barangsiapa mengaku bermimpi dengan suatu mimpi yang tidak pernah dilihatnya, maka dia akan dituntut untuk mengikat antara dua butir gandum dan pasti dia tidak akan pernah dapat mengerjakannya. Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum sedang mereka merasa benci terhadap perilaku tersebut, maka pada hari kiamat nanti akan ditumpahkan cairan timah pada kedua telinganya. Dan barangsiapa menggambar suatu gambar, maka dia akan disiksa dan dibebani untuk meniupkan ruh padanya, padahal dia tidak akan pernah dapat meniupkannya”. (H.R. Bukhari)

Orang yang berdusta, orang yang mengintai pembicaraan orang lain dan orang yang menggambar berhala sesembahan, maka akan mendapatkan siksaan yang berat dari sisi Allah. Dia akan dituntut untuk melakukan sesuatu yang mustahil bisa dilakukan, lubang telinganya disiram dengan cairan timah dan disuruh untuk menghidupkan berhala atau gambar yang digambarnya sebagai sesembahan. Yang demikian adalah merupakan siksaan yang sangat pedih lagi berat. Pengertian menggambar suatu gambar adalah membuat suatu gambar benda atau patung yang disediakan untuk beribadah kepada selain Allah. Misalnya : menggambar salib kemudian disembah atau membuat berhala kemudian disembah. Sebab hal tersebut akan memudahkan perkembangan penyembahan terhadap berhala. Karena itu, Islam melarangnya. Lain halnya kalau gambar itu hanya bernilai seni dan dinikmati keseniannya, bukan untuk dipuja dan disembah, maka tidak ada larangan.

Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Adakah kalian mengetahui, apakah mengumpat itu?” Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Rasulullah kemudian bersabda : “Engkau menuturkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak menyenangkan”. Lalu ditanyakan : “Bagaimanakah pendapatmu jika apa yang aku katakan itu adalah terdapat pada saudaraku?” Jawab Rasulullah : “Jika apa yang engkau katakan terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah mengumpatnya. Dan jika apa yang engkau katakan tidak terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah membuat kedustaan terhadapnya”. (H.R. Muslim)

Mengumpat adalah bagian dari akhlak tercela. Pengertian mengumpat adalah mengatakan sesuatu tentang orang lain yang apabila dia mendengar merasa tidak senang, sekalipun apa yang dikatakan itu benar adanya. Sebab kalau apa yang dikatakan tidak benar adanya, maka yang demikian adalah termasuk perbuatan dusta, bukan mengumpat.

Dari Anas r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Ketika aku dimi’rajkan, aku melewati sekelompok kaum yang yang mempunyai kuku dari tembaga yang untuk melukai wajah dan dada mereka. Kemudian aku bertanya kepada Jibril : “Siapakah mereka itu, wahai Jibril?” Jawab Jibril : “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan menjatuhkan kehormatan mereka”. (H.R. Abu Dawud) Orang yang senantiasa mengumpat orang lain dan mencari-cari kesalahannya akan disiksa oleh Allah dengan siksaan yang berat. Yakni mencakar-cakar muka dan dada sendiri dengan kuku yang terbuat dari tembaga.

Dari Ibnu Abbas r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah berjalan melewati 2 (dua) kuburan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya 2 (dua) orang ahli kubur itu disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Ya, benar. Sesungguhnya dosa itu adalah besar. Salah seorang di antara keduanya adalah berjalan di muka bumi dengan menyebarkan fitnah (mengumpat). Sedang salah seorang yang lain tidak bertirai ketika kencing”. (H.R. Bukhari dan Muslim). Orang yang senantiasa menyebarkan fitnah atau mengumpat sesama muslim kelak dikubur akan mendapatkan siksa yang berat. Demikian pula halnya orang yang tidak hati-hati ketika kencing, sehingga percikan air kencingnya mengenakan tubuh atau pakaian. Dari Sahl bin Sa’ad r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Barangsiapa memberikan jaminan kepadaku terhadap apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang berada di antara dua pahanya, maka aku memberi jaminan surga baginya”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Seseorang yang mampu menjaga lisannya dari perkataan bohong, menghina dan memfitnah serta menjaga kemaluan dari perbuatan zina, maka Rasulullah memberi jaminan surga baginya. Itulah kemuliaan dan ketinggian derajat memelihara lisan dan kemaluan. Dari Aisyah r.a, dia telah berkata : Rasulullah saw telah bersabda : “Janganlah kamu memaki-maki orang-orang yang sudah meninggal. Sebab mereka telah sampai kepada apa yang mereka lakukan”. (H.R. Bukhari). Mencaci maki dan menghina orang yang sudah meninggal adalah bagian dari akhlak tercela. Karena itu, harus dijauhi oleh setiap muslim. Sebab orang yang sudah meninggal pada hakikatnya sudah sangat dekat dengan keridhaan Allah, sehingga tidak selayaknya dicaci maki.

Ada 4 (empat) sebab mengapa orang menggunjing (ghibah) orang lain :


  1. Karena alasan meredakan amarah diri. Maksudnya, ketika ada seseorang yang membuat marah, maka ia lantas menggunjing orang tersebut hanya karena ingin meredakan amarah dirinya.
  2. Hanya karena ingin menyesuaikan diri dengan teman-temannya atau dengan alasan menjaga keharmonisan.
  3. Ingin mengangkat diri sendiri dan menjelek-jelekkan orang lain.
  4. Menggunjing untuk canda dan lelucon. Dia menggunjing seseorang dengan maksud membuat orang-orang tertawa.

Maka ketahuilah obatnya dengan memahami bahwa menggunjing orang lain akan memancing kemurkaan Allah, menyebabkan pindahnya kebaikan-kebaikan diri kepada orang yang digunjingkan. Dan jika yang menggunjing tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan orang yang digunjingkan akan dipindahkan kepada orang yang menggunjing. (Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qasidin)

Ada 6 (enam) perkara yang tidak mengharamkan bergunjing yaitu :
  1. Dalam rangka kezaliman agar supaya dapat dibela oleh seseorang yang mampu menghilangkan kezaliman itu.
  2. Jika dijadikan bahan untuk merubah sesuatu kemungkaran dengan menyebut-nyebut kejelekan seseorang kepada Penguasa yang mampu mengadakan tindakan perbaikan.
  3. Di dalam Mahkamah, seorang yang mengajukan perkara boleh melaporkan kepada Mufti atau Hakim bahwa ia telah dianiaya oleh seorang Penguasa yang (sebenarnya) mampu mengadakan tindakan perbaikan.
  4. Memberi peringatan kepada kaum muslimin tentang suatu kejahatan atau bahaya yang mungkin akan mengenai seseorang, misalnya menuduh saksi-saksi tidak adil, atau memperingatkan seseorang yang akan melangsungkan pernikahan bahwa calon pengantinnya adalah seorang yang mempunyai cacat budi pekertinya atau mempunyai penyakit yang menular.
  5. Bila orang yang diumpat itu terang-terangan melakukan dosa di muka umum.
  6. Mengenalkan seseorang dengan sebutan yang kurang baik, seperti a’war (orang yang matanya buta sebelah) jika tidak mungkin memperkenalkannya kecuali dengan nama itu.

Orang yang membicarakan yang tidak berguna (batil) akan dimasukkan dalam neraka Saqor dan orang yang suka mencela dan mengumpat akan dimasukkan dalam neraka Huthomah.

Kesimpulan :
  1. Berita kejelekan orang lain bukanlah untuk disebarluaskan, tetapi ini adalah bahan untuk introspeksi diri.
  2. Berburuk sangka, menggunjing, menghina, memfitnah, menertawakan, mencela dan mengolok-olok serta meneliti kesalahan orang lain adalah bagian dari akhlak tercela yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Sebab akan menghancurkan keimanan yang telah tertanam di dalam hati dan hanya akan mengantarkan seseorang mendapatkan laknat Allah sehingga menjadi penghuni neraka.

Sumber :
  1. Agenda Muslimah Menuju Pribadi Muslimah Ideal;
  2. Bahan Renungan Kalbu Penghantar Mencapai Pencerahan Jiwa karangan : Ir. Permadi Alibasyah;
  3. Kumpulan Khutbah Jum’at Para Kiai;
  4. Mengungkap Kisah Nyata dari Zaman ke Zaman karangan : Abdul Hadi AR
  5. Muslim Best of the Best karangan : Abdullah Gymnastiar;
  6. Tawakal Yayasan Pendidikan Islam “Raudhatul Muttaqin” karangan : Farida Hanum
  7. 1100 Hadits Terpilih Sinar Ajaran Muhammad karangan : Dr. Muhammad Faiz Almath.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Doa dan Bacaan dalam Shalat

Alhamdulillah, saat waktu luang kali ini saya mengajak untuk belajar bersama tentang Bacaan dan Doa pada setiap Fase dalam Gerakan Shalat. Berikut ini adalah terjemahan dari Bacaan dan Doanya: Takbiratul Ihram Allaahu' Akbar (Allah Maha Besar) Doa Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang) Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajah-Mu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan dan penyerahan diriku, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin (Sesungguhnya shalatku dan ibadah qurbanku, hidupku dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam) Laa syariikalahu, wabid...

Anjuran Bekerja dalam Islam

“ Dari Miqdan r.a. dari Nabi Muhammad Saw, bersabda: Tidaklah seseorang makan lebih baik dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud a.s., makan dari hasil usahanya sendiri.” (H.R. Bukhari) “ Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad Saw: Sesungguhnya Nabi Daud a.s., tidak makan kecuali dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari) “ Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim). “ Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepad...

Jangan di Salah Gunakan

Menyambung artikel dari mas +Dedy Hariyadi  tentang aplikasi yang di khususkan untuk para ibu-ibu yang berniat untuk mengetahui siklus kunjungan tamu bulanannya. :) Ternyata aplikasi tersebut juga tersedia dalam repo Fedora. ;) Inilah tahapan cara penggunaannya setelah terpasang: Isikan nama: (yang seharusnya nama pihak wanita) :P kemudian berikan kata sandi, agar aman... :) Akhirnya tampil sudah: Dan ini juga wajib dibaca! silakan diartikan sendiri yaa... untuk Fedora, cara pemasangannya cukup dengan sudo yum install cycle ;)

Metode Pijat Sendiri

Saat sakit kepala muncul, jangan langsung menelan pil penghilang sakit. Keluhan ini bisa diredakan dengan pijat. Berikut beberapa cara memijat untuk mengurangi rasa tegang di kepala. Lakukanlah dengan duduk rileks di depan komputer Anda saat istirahat bekerja. Berikut tahapannya: Posisi kepala tegak, letakkan jari-jari tangan di pelipis kiri dan kanan. Berilah tekanan di daerah itu lewat jari-jari Anda (jangan terlampau keras), hitung selama 5 detik, lalu kendurkan. Ulangi 3 - 4 kali. Pejamkan mata, rapatkan dengan kedua telapak tangan, tempelkan di atas bola mata (jangan ditekan). Tahan untuk 5 detik. Lepaskan tangan, buka mata sambil menarik napas dalam-dalam. Ulangi 3-4 kali. Biasanya penglihatan berangsur-angsur menjadi lebih jelas dari sebelumnya. Tengadahkan kepala, letakkan kedua telapak tangan di atas kening kiri dan kanan. Selipkan ibu jari di belakang telinga kiri dan kanan, beri tekanan ke arah telinga, sementara empat jari tetap berporos di kening, tahan selama 5 d...

Merekam Langsung dari Gnome3

Atikel kali ini tentang fitur yang baru, dan melekat langsung pada desktop Gnome3. Dalam hal ini ternyata untuk dapat mengaktifkan dan menggunakannya tidak diperlukan paket/aplikasi tambahan. Sesuai dengan judul artikel kali ini adalah tentang merekam kegiatan desktop secara langsung. Untuk dapat mengkatifkannya bisa langsung menekan kombinasi tombol Ctrl+Shift+Alt+r seperti yang akan langsung dikatifkan saat ini. Nah, perhatikan pada bagian kanan bawah itu, ada balon kecil berwarna merah. ;) Lihatlah kursor barusan, kalo belum liat, ya ini saya ulangi kembali. :P. Berkas videonya yang sudah jadi bisa ditemukan pada direktori /home dengan nama... (ntar diliat dulu yo!) dengan nama :arrow: shell-20111105-2.webm yang menggunakan ekstensi .WEBM . Kemudian lakukan menekan kombinasi tombol Ctrl+Shift+Alt+r kembali untuk berhenti merekam. ;) video dari kegiatan diatas, bisa langsung dilihat dibawah ini. Selamat rekam-merekam. ;)

Menggabungkan Berkas PDF dengan PDFTK

Terkadang kita menghasilkan banyak berkas *.pdf dari pekerjaan yang rutin. Dan menurut saya, ini menurut saya lho... Akan lebih baik jika berkas PDF yang kira-kira memiliki isi yang serupa, agar dijadikan menjadi satu berkas PDF saja. Untuk tujuan kemudahan penyimpanan dan pengaturan berkas. Berikut tahapannya: kumpukan berkas PDF yang akan digabung dalam satu direktori yang sama. ketikkan pdftk berkas1.pdf berkas2.pdf berkas3.pdf output berkas-gabung.pdf selesai... Oya, pastikan paket pdftk sudah terpasang... ;)

Guyonan karo Gnome3

Karena desktop Gnome3 menggunakan kerangka yang berbasis JavaScript, tentunya sangat mudah untuk melakukan perubahan. Terutamanya dalam setelan tampilan pengguna (User Interface), dan pengaturan bahasa. Tentang itu semua dapat diubah langsung melalui berkas JavaScript yang terdapat pada direktori /usr/share/gnome-shell/js/ui/ : Silakan langsung bermain sepuasnya... Klik pada gambar untuk ukuran aslinya

Tangkap File Deb yang Hilang

Beberapa user Debian dan anak-cucunya banyak yang memiliki sifat hemat… hal itu sih bagus untuk menjaga kebersihan direktori /var/cache/apt/archives/ … mereka senang sekali untuk membersihkan direktori /var/cache/apt/archives/ menggunakan perintah apt-get clean … setelah itu bertemu kawan di suatu lokasi yang tak ada koneksi internet, ndak bawa harddisk eksternal yang berisi repo, dan cuma bawa flashdisk kosong, lalu memamerkan aplikasi baru yang ada pada komputer atau laptopnya… trus kawannya itu mau pasang aplikasi serupa juga… kira-kira gimana caranya agar kawannya itu juga bisa mendapatkan aplikasi serupa? gini caranya, ndak usah repot hunting signal WiFi liar, dan ndak usah bersabar…. Cukup dengan flashdisk kosong tadi udah bisa mendapatkan aplikasi serupa… pertama pastikan bahwa paket dpkg-repack udah terpasang, (kalo belum ya terpaksa cari signal..) anggap aja paket dpkg-repack udah terpasang, lalu tinggal jalankan perintah dpkg-repack paket_yang_akan_diberikan oya, pas...

4 Cara untuk mempercepat ShutDown Windows7

Sering jengkel karena menunggu proses ShutDown dari Windows? Yah, untuk mati aja kok sulit. :) Berikut akan diberikan 4 cara yang semoga ampuh untuk mempercepat proses kematiannya itu: Mengubah setelan pada Registry HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control Setelah terbuka Registry Editor, silakan menuju ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control cari baris WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya dari 12000 menjadi 2000 HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop Kemudian berpindah ke HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop untuk menemukan juga baris WaitToKillAppTimeout , jika tidak ada, bisa langsung membuat sendiri dengan cara klik kanan kemudian bikin New :arrow: String Value , dan beri nama  WaitToKillAppTimeout .   Isikan Value data senilai 2000 . Serta temukan kata AutoEndTasks untuk memberikan nilai Value data menjadi 1 . Selesai - Tutuplah Registry Editor. Membuat ShortCut Bisa juga memaksa Windows untuk cepat mati dengan membuat ...