Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Bangunlah Putra Putri Pertiwi

Sinar matamu tajam namun ragu Kokoh sayapmu semua tahu Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan Kuat jarimu kalau mencengkeram Bermacam suku yang berbeda Bersatu dalam cengkerammu Angin genit mengelus merah putihku Yang berkibar sedikit malu-malu Merah membara tertanam wibawa Putihmu suci penuh kharisma Pulau-pulau yang berpencar Bersatu dalam kibarmu Terbanglah garudaku Singkirkan kutu-kutu di sayapmu Berkibarlah benderaku Singkirkan benalu di tiangmu Jangan ragu dan jangan malu Tunjukkan pada dunia Bahwa sebenarnya kita mampu Mentari pagi sudah membumbung tinggi Bangunlah putra putri ibu pertiwi Mari mandi dan gosok gigi Setelah itu kita berjanji Tadi pagi esok hari atau lusa nanti Garuda bukan burung perkutut Sang saka bukan sandang pembalut Dan coba kau dengarkan Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut Yang hanya berisi harapan Yang hanya berisi khayalan Iwan Fals - Bangunlah Putra Putri Pertiwi      

Merayakan Tahun Baru Hijriyah seperti perayaan Tahun Baru Masehi?

Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin keliru dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan? Itulah kalimat pamungkas yang sering kita dengar... Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali mengutarakan sebuah kalimat, “Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.” Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu keb...